Fakta Dedi Mulyadi Eks Bupati Purwakarta yang Lolos ke Senayan

0
2


Mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dipastikan lolos ke Senayan sebagai Anggota DPR dari Partai Golkar. Dipastikan lolos, Dedi Mulyadi memiliki harta mencapai Rp 5,7 miliar lho.

Berhasilnya Dedi duduk di bangku DPR lantaran dirinya memperoleh suara mayoritas sebesar 205.260 suara untuk Dapil Jawa Barat VII. 

Untuk bisa tembus ke Senayan sepertinya sudah bukan hal sulit lagi bagi Dedi. Hal ini karena ia memiliki segudang prestasi sekaligus ketenaran di kalangan warga Jawa Barat khususnya di Purwakarta. Kariernya sebagai wakil rakyat dan di pemerintahan udah mumpuni untuk berkontribusi lebih besar lagi di parlemen

Saat menjadi bupati, ia dikenal sebagai pemimpin yang unik. Berbeda dengan pemimpin daerah lainnya yang berfokus pada pembangunan infrastruktur, Dedi justru lebih condong ke pembangunan di bidang seni dan budaya. 

Menarik kalau kita membahas bagaimana sepak terjang karier, prestasi yang diraihnya selama pemerintahan, dan juga total kekayaan yang dimiliki oleh Dedi Mulyadi. 

Baca juga: Menteri Terkaya! Ini Puluhan Aset Puan Maharani Senilai Rp 300 M

Aktif di pemerintahan Purwakarta selama tiga periode 

dedi mulyadi
Aktif di pemerintahan Purwakarta selama tiga periode, (Instagram).

Dedi Mulyadi merupakan tokoh asli kelahiran Purwakarta. Sejak lulus sekolah sampai kini, kariernya diabdikan untuk membangun kota tercintanya. Perjalanan kariernya bermula dari aktivitasnya di kampus. 

Dedi mengambil studi di Sekolah Tinggi Hukum Purnawarman dan lulus di tahun 1999. Sejak kuliah ia terkenal banget sebagai aktivis. Berbagai organisasi pernah ia ikuti mulai dari senat kampus sampai HMI. 

Bermodalkan pengalaman organisasi, ia akhirnya dipinang menjadi kader Golkar sekitar tahun 1999. Posisinya di Golkar saat itu bermula sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Jawa Barat. 

Pria kelahiran tahun 1971 itu langsung dipercaya maju ke pemilihan bupati periode 2003-2008 sebagai wakil bupati mendampingi Tubagus Lily Hambali Hasan. 

Setelah selesai dengan jabatan wakil bupati, kembali melaju ke Pilgub 2008-2013. Kali ini ia maju sebagai kandidat bupati dan menang dengan perolehan suara terbanyak. Berkat kepemimpinannya yang dinilai baik, ia akhrinya terpilih kembali menjadi bupati untuk periode 2013-2018. 

Jika dihitung sejak menjabat jadi wakil bupati, maka Dedi sudah tiga periode tanpa putus menduduki jabatan penting di Pemerintahan Purwakarta. 

Baca juga: Jadi Orang Terkaya Ketiga di Dunia, Nih 6 Wejangan Menusuk Bos Louis Vuitton

Pernah jadi anggota DPRD 

dedi mulyadi
Pernah akting sebagai anggota DPRD, (Instagram).

Sebelum menduduki kursi di Pemerintahan Purwakarta, Dedi sebenarnya sudah lebih dulu aktif di dunia politik. Karier pertamanya adalah menduduki kursi DPRD Purwakarta untuk tahun 2001-2003. 

Saat itu ia terpaksa tidak bekerja selama satu periode penuh karena mengikuti pemilihan bupati tahun 2003. Beruntung ia bisa terpilih dan menjabat sebagai Wakil Bupati Purwakarta mendampingi Lily Hambali Hasan. 

Baca juga: 3 Anak Keluarga Cendana Tercatat Orang Terkaya di Indonesia, Titiek Prabowo?

Memiliki kebijakan yang nyeleneh

dedi mulyadi
Sosoknya dikenal memiliki kebijakan yang nyeleneh, (Instagram).

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Dedi Mulyadi merupakan sosok pemimpin yang menitikberatkan budaya dan seni dalam pembangunan Kabupaten Purwakarta. Berbagai kebijakan yang dikeluarkannya selalu memiliki pendekatan budaya. 

Dikutip dari Republika, ia pernah menerapkan peraturan yang mengharuskan siswa-siswi di Purwakarta untuk turun langsung ke sawah saat musim panen tiba. 

Tujuannya adalah agar mereka memahami bagaimana cara bercocok tanam dan memanen hasil perkebunan. Dengan cara seperti ini harapannya akan ada generasi penerus mau terjun langsung ke dunia pertanian yang kini sudah mulai ditinggalkan. 

Selain itu ia juga membuat peraturan sendiri soal baju kerja PNS. Berbeda dengan daerah-daerah lainnya, PNS di Purwakarta diharuskan mengenakan baju adat Sunda pada hari Senin sampai Rabu, batik hari Kamis, dan Jumat pakaian Olahraga. 

Dikutip dari Detikcom, meskipun mayoritas penduduk Purwakarta muslim, Dedi memerintahkan setiap sekolah untuk memiliki ruang ibadah bagi seluruh agama. Tujuannya adalah untuk pemenuhan hak bagi setiap pemeluk agama tanpa terkecuali. 

Berbagai penghargaan yang didapat

dedi mulyadi
Berbagai penghargaan yang didapat, (Instagram).

Kepemimpinannya yang unik tersebut diganjar dengan berbagai macam penghargaan. Tahun 2016 ia mendapatkan penghargaan kebudayaan dari Kemendikbud dalam kategori pelestarian kebudayaan Sunda. 

Di tahun yang sama, politisi Golkar itu juga mendapatkan penghargaan dari Komnas HAM atas jasanya menjaga toleransi dan perlindungan hak kaum minoritas di Purwakarta. Masih di tahun 2016, Dedi Mulyadi mendapat penghargaan Pemimpin Teladan Demokrasi dari Sukarno Center. 

Berkat kontribusinya dalam hal toleransi antar umat beragama, ia juga berhasil menyabet penghargaan Harmony Award dari Kementerian Agama pda tahun 2017 silam. 

Gagal di Pilgub Jabar 

dedi mulyadi
Gagal di Pilgub Jabar gak menutup semangat Dedi berkarier lebih jauh, (Instagram).

Pada tahun 2018 silam, Dedi Mulyadi mencoba peruntungan untuk mengabdi lebih luas lagi di Pemerintahan Jawa Barat. Ia maju sebagai Calon Wakil Gubernur mendampingi Deddy Mizwar yang kala itu diusung oleh Partai Demokrat dan Golkar. 

Tapi sayang keduanya harus kalah dari pesaing terberatnya duet Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum yang diusung oleh PPP, PKB, Nasdem, dan Hanura. 

Kekayaannya mencapai Rp 5,7 miliran 

dedi mulyadi
Kekayaannya mencapai Rp 5,7 miliran, (Instagram).

Dikutip dari LHKPN yang dilaporkannya pada Maret 2019 lalu, kekayaan Dedi Mulyadi mencapai Rp 5.771.681.375. Sebagian besar hartanya berbentuk tanah dan bangunan. 

Ia punya sederet tanah dan bangunan yang seluruhnya di Purwakarta dengan nilai mencapai Rp 5.471.057.000. Semua dibeli dengan menggunakan penghasilannya sendiri. 

Soal tunggangan, meski memiliki harta miliaran, ia ogah membeli mobil atau motor mewah. Buktinya saat ini ia hanya memiliki tiga kendaraan pribadi yang kalau dijumlah harganya gak sampai Rp 1 miliaran. Ada Nissan Terrano tahun 2002, Pajero Dakkar tahun 2016, dan motor Honda tahun 2003. Lebih tepatnya, kalau dijumlah kendaraannya seharga Rp 615.000.000.

Itulah sekilas tentang Dedi Mulyadi, semoga saja saat duduk di kursi parlemen ia bisa berkontribusi lebih besar lagi untuk Purwakarta, Jawa Barat, dan Indonesia khususnya. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)





Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here