Mengenal Pernikahan Minim Sampah dan Berkonsep Tradisional. Asri dan Ternyata Lebih Murah!

0
2


Belakangan ini, dampak dari kerusakan alam memang semakin terasa. Alhasil, berbagai gerakan ramah lingkungan atau yang berkonsep eco-friendly makin banyak bermunculan. Salah satu yang mungkin belum banyak terpikirkan adalah memasukkan semangat eco-friendly ini ke sebuah pernikahan.

Nah kerennya, sepasang pengantin dari Jawa Tengah baru saja melangsungkan pernikahan ramah lingkungan yang minim sampah. Bukan cuma eco-friendly aja, pernikahan ini juga semakin cantik karena mengangkat lokalitas daerah.

Yudo Nugroho dan Bernadia Besty Bekti Buda melangsungkan pernikahan tanggal 29 Juni 2019 di Wonosobo. Pada tanggal 30 Juni prosesi unduh mantu dilakukan di Pasar Papringan, Temanggung. Pesta unduh mantu inilah yang menarik perhatian dengan suasana yang sangat asri. Kita simak detailnya yuk!

1. Salah satu hal yang membuat pernikahan ini unik adalah venue atau tempatnya. Pernikahan dua sejoli ini dilaksanakan di Pasar Papringan

Diselenggarakan di pasar via twitter.com

Jika biasanya sebuah pernikahan diselenggarakan di gedung atau di kebun, pernikahan ini justru diselenggarakan di tempat yang biasanya dipakai sebagai pasar yaitu Pasar Papringan di Dusun Ngadiprono, Ngadimulyo, Kedu, Temanggung. Jika tertarik mengadakan pernikahan berkonsep asri seperti ini, kamu bisa mulai survei tempat-tempat yang mirip Pasar Papringan di dekat tempat tinggalmu.

2. Panggung dan dekorasi sengaja dipilih dari bahan ramah lingkungan dan daur ulang. Sarat pula dengan sentuhan lokal

Barang bekas dan musik gamelan via twitter.com

Panggung pengantin dibuat dengan material lokal dan berkelanjutan seperti bambu dan kayu bekas. Dekorasi juga banyak yang dipilih atau dibuat dari material bambu. Dekorasi yang dibutuhkan pun tidak terlalu banyak karena lokasi Pasar Papringan sendiri sudah indah dan menyatu dengan alam. Iringan musik gamela dan bundengan, menambah aspek tradisional yang sangat unik.

Tanaman seledri yang dikemas apik dengan bambu sebagai suvenir melengkapi asrinya konsep pernikahan Yudo dan Betania. Tanamannya bisa langsung ditanam, pembungkus bambunya pun tidak akan jadi limbah tak terurai seperti plastik. Minim sampah lah pokoknya!

3. Katering yang dipilih pun unik karena terdiri dari berbagai makanan lokal yang biasanya dijajakan di pasar tersebut. Mulai dari makanan ringan sampai berat, semua dibuat oleh penjual Pasar Papringan

Ini lo jajanannya via twitter.com

Yudo menjelaskan bahwa katering terdiri dari 30 jenis makanan lokal. Makanan berat terdiri dari makanan seperti nasi jagung dengan sayur dan lauk. Ada juga berbagai makanan seperti jajan pasar, lotis hingga keripik. Minumnya, air putih dan infused water yang diletakkan dalam kendi. Ada juga dawet anget, dawet ireng hingga jamu!

4. Meskipun terkesan banyak detail yang perlu dipersiapkan, ternyata bujet untuk menyelenggarakan pernikahan ini tak begitu mahal kok

Sumber: Kita Fotografi via twitter.com

Jika biasanya menikah di gedung akan menghabiskan bujet hingga lebih dari Rp100 juta, pernikahan dengan konsep minim sampah dan mengusung lokalitas ini, hanya menghabiskan dana Rp70 juta untuk seribu undangan lo.

Pernikahan Yudo dan Bernadia ini mungkin bisa jadi inspirasi bagi kalian yang ingin mengusung konsep tradisional tanpa dandanan atau dekorasi yang terlalu heboh, ramah lingkungan lagi! Nah PR-nya tinggal cari venue yang seasri Pasar Papringan aja nih~

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya





Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here