Dalam berbisnis, pelaku saha pasti membutuhkan modal. Modal diangap sebagai suatu instrumen yang berguna untuk mencapai tujuan dan mendatangkan keuntungan. Saat ini, saham dan obligasi adalah cara untuk mendapatkan modal. Bagi orang awam, dua hal ini adalah sama, pada kenyataannya hal ini sangatlah berbeda jauh sekali. Oleh sebab itu, baca perbedaan saham dan obligasi dibawah ini.

Perbedaan Saham dan Obligasi

Mengerti Apa Itu Saham

Sebelum mengetahui perbedaan saham dan obligasi, lebih baik pembaca mengerti apa itu saham dan apa itu obligasi. Saham adalah surat berharga yang menjadi penanda suatu individu memiliki aset suatu perusahaan dengan jumlah atau persenan tertentu.

Dengan memiliki surat saham, pemegang saham memiliki kewenangan untuk bersuara dalam rapat umum pemegang saham dan memperoleh deviden dari laba perusahaan. Surat kuasa tersebut dapat diperjualbelikan di pasar saham. Jika pemegang surat ingin menjualnya, tentu perhitungkan untung dan rugi yang akan terjadi.

Memahami Apa Itu Obligasi

Berbeda dengan saham, obligasi sering disebut dengan surat utang. Suatu perusahaan akan mengeluarkan surat utang sebagai pertanda bahwa perusahaan memiliki hutang dengan pemiliki modal. Karena obligasi adalah surat utang, setiap perusahaan pasti menulis jatuh tempo pembayaran hutang dan jumlah bunga yang telah disepakati.

 Saat pelunasan, perusahaan harus membayar utang dan bunga kepada pemilik modal. Di Indonesia, jatuh tempo obligasi berkisar antara 1 hingga 10 tahun sedangkan bunga belum ada peraturan yang mengikat dan kedua belah pihak yang mengaturnya.

Perbedaan Antara Obligasi dan Saham

 

Apakah pembaca bisa mengerti perbedaan saham dan obligasisetelah membaca penjelasan arti dari saham dan obligasi? Tentunya belum paham semua. Berikut adalah perbedaan saham dan obligasi.

Berdasarkan fungsinya, perbedaan saham dan obligasi sangat mencolok dan signifikan. Berdasarkan penjelasan arti saham dan obligasi diatas bisa disimpulkan bahwa obligasi adalah sebagai penanda adanya utang dari perusahaan kepada pemilik modal. Sedangkan saham adalah tanda bukti bahwa pemilik modal memiliki berbagai aset perusahaan . Berdasarkan fungsi bisa dilihat bahwa obligasi dan saham sangat berbeda

Berdasarkan keuntungan yang diperoleh, pemilik saham dan obligasi menunjukkan angka yang berbeda. Bagi pemilik saham, keuntungan yang diperoleh sanga sulit diprediksi karena harga saham suatu perusahaan sangat fluktuatif atau tidak stabil dari hari ke hari dan laba perusahaan yang tidak tentu. Sedangkan obligasi keuntungan pasti, statis dan tidak berubah. Semua keuntungan sudah tercatat di surat obligasi dan tidak mungkin berubah.

Berdasarkan jangka waktu, perbedaan saham dan obligasisangat terlihat dengan jelas. Surat obligasi memiliki jangkawa waktu tertentu dari 1 hingga 10 tahun. Jika ingin diperpanjang maka harus mendapatkan persetujuaan dari kedua belah pihak. Sedangkan saham memiliki waktu yang tidak terbatas. Dalam arti luas, selama pemilik saham tidak menjual sahamnya, dia masih menjadi pemilik sah aset-aset perusahaan.

Berdasarkan fluktuasi harga, ada perbedaan yang harus diperhatikan. Harga saham sangat riskan naik turun dan sensitif terhadap berbagai aspek eksternal perusahaan seperti inflasi, suku bunga bank maupun isu politik. Sedangkan obligasi tidak ada memiliki tingkat kesensitifitas yang tinggi. Meskipun ekonomi mikro dan makro sedang buruk, roda perusahaan buruk maupun suasana politik yang sedang tidak kondusif.

Obligasi dan saham adalah instrumen yang menguntungkan saat ini. Ada baiknya pembaca mengerti perbedaan saham dan obligasiserta pasti memilih instrumen yang mana. Dengan begitu tidak ada lagi kerugiaan di masa depan yang timbul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here